Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه َللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمِّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قا ل الله تعالي في القر ا ن العظيم بسم الله الر حمن الر حيم : يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Marilah kita sama-sama meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dalam arti kita senantiasa meyakini kepada Allah swt dalam menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Agar kita dan keluarga kita tidak terjerumus kepada siksa Allah yang sangat pedih, mari kita mulai saat ini senantiasa memperhatikan bimbingan terhadap anak-anak kita, sebab anak adalah amanat atau titipan yang dibebankan kepada kita sebagi orang tua.
Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Sebagai orang tua berkewajiban untuk membimbing agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus, dan selamat dari api neraka. Selain itu, anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya.Perhatikan firman Allah beriktu:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka At-Tahrim:6)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mulai sekarang kita sebagai orang tua hendaknya sadar terhadap kewajiban kita dalam mendidik anak-anak kita supaya menjadi hamba Allah yang shaleh.. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan intelektual dan keimanannya. Jangan membiarkan anak-anak kita begitu saja tanpa adanya pengawasan dari kita sebagai orang tua baik terhadap bacaan yang mereka gemari, apa yang suka mereka saksikan dan aktivitas apa yang mereka gandrungi. Kelalaian dalam hal ini, berarti penyia-nyiaan terhadap amanat Allah.
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah.
Ingat, akibat yang akan menimpa seseorang yang melalaikan amanat Allah! Maka api nerakalah balasan yang pantas bagi mereka. Nauzubilah..
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah.
Dari mimbar yang mulia ini kami ingatkan kembali, marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad, yaitu mendidik anak-anak kita.
Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang figur ayah dalam mendidik anaknya yaitu Luqman sebagaimana firman Allah yang disebutkan dalam Q.S. Luqman: 13 – 19.
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Luqman pertama kali didalam mendidik anaknya yaitu (1)dimulai dengan mencegah anaknya agar tidak mempersekutukan Allah, karena mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang amat besar. (2) dengan perintah agar setiap anak selalu berbakti kepada kedua orang tuanya selama tidak menyalahi syariat agama. (3) menanamkan benih-benih keyakinan tentang adanya hari pembalasan (4) menyuruh anaknya agar menegakkan shalat setelah itu (5) amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat manusia (6) tak lupa Luqman memerintahkan apabila terjadi suatu musibah hendaknya bersikap sabar. (7)larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain karena hal yang seperti ini cermin sikap takabur. (8) Luqman melarang anaknya jika berjalan jangan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Dan Luqman mengarahkan anaknya agar berjalan dengan baik. (9)nasehat yang terakhir yang di sampaikan Luqman kepada anaknya yaitu perintah jika berbicara hendaknya berbicara yang sopan lagi santun.
Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya, yang sarat dengan mutiara kata yang dapat menyentuh hati seorang anak.
Kiranya kisah tadi dapat kita jadikan sebagai suri tauladan dalam mendidik anak cucu kita dan keluarga kita..
Demikianlah khatbah yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan khotbah kali ini iman dan takwa kita bertambah. Untuk itu mari kita sama-sama berdo’a kepada Allah, mudah-mudahan dengan do’a ini semua kesalahan dam kekhilafan yang pernah kita lakukan benar-benar mendapat ampunan dari Allah SWT.
Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Engkau tidak pernah pilih kasih dan tidak pernah pilih sayang, yang sayang-Mu tidak terbilang.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim. Di siang hari yang penuh bahagia ini kami akan mendirikan shalat jum’at secara berjama’ah dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada-Mu.
Ya Allah Ya Tawwabur Rahim. Di siang hari yang berbahagia ini, kami bernunajat kepada-Mu memohon kasih sayang dan ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kami lakukan, baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.
Ya Allah Ya Ghaffar.Ampunilah dosa dan kesalahan kedua orang tua kami. Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada mereka. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani aku diwaktu aku masih kecil.
Ya Allah Ya Rabbana. Mereka telah bersusah payah mendidik dan memelihara kami, tapi kami belum mampu membalas budi baik mereka, untuk itu Ya Allah jadikanlah kami ini menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah, janganlah Engkau jadikan kami ini anak yang durhaka yang membawa malapetaka.
Ya Allah Ya Khaliq. Jadikanlah kami ini anak yang dapat dibanggakan oleh orang tua, dan anak yang dapat menyenangkan hati orang tua, serta anak yang dapat membahagiakan orang tua, juga menjadi anak yang selalu mendoakan orang tua , serta menjadi anak yang selalu taat dan patuh kepada kedua orang tua.
Ya Allah Ya Rabbana. Jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah yaitu keluarga bahagia lahir dan batin, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Ya Allah Ya Tuhan kami. Jadikanlah pemimpin kami pemimpin yang beriman dan bertakwa kepada-Mu, pemimpin yang senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Mu, dan pemimpin yang senantiasa menjahui larangan-larangan-Mu. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami ini menjadi pemimpin yang bisa memberikan suri tauladan kepada yang lain dan dapat menjadi contoh kepada yang lain.
Ya Allah Ya Samiul Bashir. Engkau Maha mendengar semua permohonani kami. Untuk itu Ya Allah kabulkan segala permohonan kami, terimalah semua amal ibadah kami,shalat kami, puasa kami dan zakat kami.. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم. ونفعني وايا كم بما فيه من الايا ت والذ كر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلا وته انه هو السميع العليم. اقول قول هذا والستغفروه انه هو الغقو ر الر حيم.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اَلْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. ربـنا ا تنا في الـد نـيا حـسـنه وفي الا خـر ة حـسـنه و قـنا عـذاب الـنـار . والحـد لله رب الـعا لـمـيـن.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. ولـذ كـر الله اكـبـر. والله يـعـلـم ما تـصـنـعـو ن .
No comments:
Post a Comment
Silahkan Berkomentar !